Santika Ika Murpratiwi: Anak Petani Pati Menjadi Wisudawati Terbaik ITN Malang

Santika Ika Murpratiwi: Anak Petani Pati Menjadi Wisudawati Terbaik ITN Malang

Santika Ika Murpratiwi: Anak Petani Pati Menjadi Wisudawati Terbaik ITN Malang

Sesuatu yang spesial kadang datang tanpa diduga. Namun demikian kehadirannya tidak serta merta, melainkan melalui perjuangan dan usaha keras. Hal inilah yang dilami oleh Santi Ika Murpratiwi saat dinobatkan sebagai wisudawati terbaik Institut Teknologi Nasional  (ITN) Malang pada periode ke-55 dengan IPK 3.97.

Menariknya, dara yang akrab disapa Santi tersebut tidak hanya hebat secara akademik, tetapi juga memilikipengabdian masyarakat yang tinggi. Salah satunya prestasi sosialnya adalah membuat aplikasi untuk mendata dengan tepat masyarakat miskin di desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah.

Berikut kisahnya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sali dan Murmini dibesarkan di lingkungan petani di desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah. Santi kecil memperoleh pendidikan sebagaimana layaknya anak-anak di desa. Menurutnya sejak kecil dirinya memiliki cita-cita jurnalis. Cita-cita muncul saat dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Juwana Pati. “Mungkin karena saya agak cerewet jadi pengennya jadi wartawan. Wartawan kan bertanya terus. Dan saya ingin tahu banyak hal,” teranng lulusan SDN Tluwuk tersebut.

Setelah duduk dibangku SMA N 1 Tayu, Pati, cita-cita gadis kelahiran 19 April 1994 bertambah kini tak hanya ingin menjadi jurnalis, tetapi juga ingin menjadi dosen, dan programmer. “Saya kan perempuan, saya kira pilihan jadi dosen atau programer itu baik,” lanjut Santi, sapaan akrabnya. Karena itu, di SMA dia memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Tahun 2011 dia berhasil menuntaskan jenjang SMA, dan berpetualang untuk sebuah pengetahuan ke Malang. Dia harus memilih cita-citanya, dan pilihannya jatuh pada programer. Dia kemudian masuk di D1 Wearnes Education Center jurusan Informatika dan lulus tahun 2012.

Pada tahun itu juga, dara yang memiliki hobi nonton tersebut memantapkan hati masuk ke Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Jurusan Informatika. Disinilah bakat programernya diasah dan dikembangkan. Demi meraih cita-cita yang diidamkan tersebut, Santi banyak membaca buku tutorial informatika dan memanfaatkan internet untuk mencari ilmu-ilmu baru. “Selain membaca tutorial, saja juga sering praktik,” imbuhnya.

Tidak bosan belajar terus? Menurut Santi kebosanan belajar pasti ada. Tetapi bagaimana menyikapinya adalah yang terpenting. Dia memilih nonton untuk menghilangkan kebosanan itu. Selain itu dia memilih waktu-waktu yang tepat untuk belajar agar cepat memahami. Waktu yang baik baginya adalah malam hari. Karena selain tidak terganggu oleh teman di kos, suasana heningnya malam membuatnya nyaman berimajinasi. “Tugas-tugas saya kerjakan malam hari dan buku-buku saya baca habis Subuh. Saat malam saya lebih mudah mendapat inspirasi,” tutur penyuka pemandangan alam tersebut.

Cara belajar demikian efektif baginya, selama masih kuliah dia diangkat sebagai asisten laboratorium yang ngajar praktikum untuk mahasiswa jurusan informatika lainnya. Setelah semester 7 dia berhenti dan fokus dipenelitian untuk tugas akhir. Tema skiripsi yang diangkat yaitu Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Rumah Tangga Miskin dengan Menggunakan Metode Profile Matching. Menurutnya, sistem aplikasi ini untuk mendeteksi orang-orang miskin dengan tepat.

Karya tersebut terinspirasi dari kenyataan di desanya, dimana saat ada pembagian untuk orang miskin kadang tidak tepat. Yang betul-betul miskin malah tidak dapat, sehingga banyak yang komplain. Akhirnya dia menciptakan aplikasi yang dapat menghimpun data dengan akurat. “Dengan aplikasi perangkat desa hanya tinggal memasukkan kriteria-kriteria warganya, langsung diklik, maka akan muncul ranking atau urutan kemiskinannya. Dan tinggal ditentukan berapa orang miskin yang akan dipilih,” tutur gadis murah senyum tersebut.

Berkat temuannya tersebut kini desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang memiliki aplikasi unik tersebut. Dan menurutnya, saat ini perangkat desa sudah mulai menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan pendataan warganya. “Saya senang dapat membantu desa sendiri, apalagi saat ini sudah zamannya informasi dan teknologi,” terang perempuan yang kini sedang merencanakan S2 Informatika itu. (*/lid)

Tinggalkan Balasan

Panduan PKM 2017

Pedoman PKM 2017 selain dapat diunduh di wwwsimbelmawaristekdiktigoid dapat juga download langsung ...

Mahasiswa Baru ITN Malang Semangat Mengikuti PKKMB 2017

Sebanyak 1074 mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti Pengenalan ...

Wisudawan Terbaik Teknik Informatika ITN Malang

Ditemui di kampus I, Dodik menceritakan perjalanan selama proses belajar di kampus biru Menurutnya, ...

Teknik Informatika Berupaya Tingkatkan Prestasi Dalam Pimnas

ITNMALANGNEWSCOM – Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) berhasil meloloskan Teknik ...

Arsip Perbulan

PENGUNJUNG

005846
Users Today : 27
Users Yesterday : 36
This Month : 487
This Year : 5846
Total Users : 5846
Views Today : 122
Total views : 38442
Who's Online : 1