7 Pelanggaran yang dapat di pidana menurut UU ITE

image_pdfdownload pdfimage_printcetak

Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya (internet) pun kini muncul konsekuensi jika melanggar hukum. Tak sedikit kasus seseorang terjerat hukum karena unggahan di media sosial yang melanggar UU ITE (Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Sebagai warganet yang sehari-hari menggunakan jejaring sosial, tentu kita perlu paham tentang apa itu UU ITE dan tindakan apa saja yang masuk kategori pelanggaran. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih berhati-hati dalam beriteraksi di dunia digital. agar tidak tersandung UU ITE.

Lantas apa saja perbuatan yang dapat membuat kita terjerat UU ITE? Berikut daftarnya:

  1. Menyebarkan video asusila
    Pelakunya bisa dipenjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
  2. Judi online
    Judi merupakan tindakan yang melanggar hukum. Pelaku judi online bisa dijatuhi hukuman sama seperti nomor 1, dipenjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
  3. Pencemaran nama baik di media elektronik
    Pelakunya diancam penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.
  1. Menyebarkan kebencian berdasarkan SARA di media elektronik
    Isu tentang SARA memang sangat sensitif, apalagi jika ada pengguna media sosial menyebarkan konten yang dapat memicu konflik suku, agama, dan ras itu. Pelaku bisa dijatuhi hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda Rp1 miliar.
  2. Pemerasan dan/atau pengancaman di media elektronik
    Perilaku memeras untuk menghasilkan keuntungan ekonomi dan merugikan orang lain di ranah elektronik dapat dijerat pidana paling lama 6 tahun dan/atau denda Rp1 miliar.
  3. Teror melalui chat
    Seseorang yang menakut-nakuti pihak lain melalui media elektronik dapat diganjar hukuman penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda Rp750 juta.
  4. Membajak akun media sosial orang lain
    Ini juga merupakan pelanggaran, karena memasuki wilayah atau hak orang lain tanpa izin. Pelaku akan dikenai pidana 8 tahun dan/atau denda paling banyak 2 miliar.

Oleh karena itu, tidak hanya di dunia nyata, hendaknya kita dapat menggunakan sosial media dengan secara bijak.

Source