ITNMALANGNEWS.COM – Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) berhasil meloloskan Teknik Informatika empat kali berturut dalam Pimnas. Keikutsertaan Teknik Informatika dari tahun ketahun bertambah, hal ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. PKM merupakan acara bergengsi tidak hanya di kalangan universitas tetapi juga di kalangan mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Ir. Yusuf Ismail Nahkoda MT, saat menjadi pemateri dalam Seminar PKM Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) di Lab. Informatika Kampus II ITN Malang, Sabtu (14/05/16).

“ITN Malang tahun 2016 yang lolos didanai sebanyak 22 tim, sedang yang lolos Pimnas masih dalam pertanyaan,” imbuh Wakil Dekan III Fakultas Teknik Industri (FTI) ini. Sedangkan PKM ITN Malang sendiri ranking sembilan dari sebelas besar PTS papan atas Indonesia. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi ITN Malang dan perlu ditingkatkan tentunya.

Banyak PKM berhubungan dengan informatika yang bisa digali. “Bisa merancang website di sentral industri menengah sekaligus mengajarkan pada mereka atau mendesain packaging,” jabar Suryo Adi Wibowo, ST,MT dosen pembimbing kreativitas mahasiswa ITN Malang.

Seminar PKM merupaka program tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika. Menurut Melly Fatmawati, ketua panitia, seminar PKM bertujuan untuk mengenalkan PKM pada seluruh mahasiswa informatika. “Ke depannya semoga lebih banyak yang lolos dan masuk pimnas,” ujar mahasiswi semester enam ini saat ditemui selesai acara. (sar)

 

Sumber: itnmalangnews.com




ITNMALANGNEWS.COM – Peserta “Seminar Robotik” HMJ Informatika ITN Malang, diberi pelatihan dan praktik cara kerja robot. Pelatihan diadakan di Lab. Informatika Kampus II ITN Malang Sabtu (21/5). Lego adalah mainan berbentuk bata yang disusun menyerupai obyek tertentu. Pada perkembangannya lego dari hanya sekedar mainan berkembang menjadi beberapa kategori seperti figur (figur tokoh / artis terkenal, Star Wars, Ben 10, dll), kendaraan (mobil, pesawat, dll), dan Robotic Lego NXT Mindstorms.

Di bawah bimbingan Suryo Adi Wibowo, ST.,MT peserta dijelaskan mengenai seluk beluk Lego Mindstorm NXT. Menurut Adi, Lego Mindstorm NXT adalah kit robotic yang dapat diprogram secara fleksibel. Lego ini memiliki dua versi, yaitu versi Lego Mindstorm Retail Kit (dipergunakan untuk hobi dan perorangan)  dan versi Lego Mindstorm Education base sel (diperuntukkan untuk kebutuhan lembaga pendidikan).

Lego Mindstorm NXT sebagai salah satu Robot Kit digunakan karena bentuknya kecil, di dalamnya tidak ada perangkat keras, hanya menggunakan metode sensor. Konstruksi robot dapat dirakit secara mudah dengan memakai komponen-komponen yang bisa dilepas pasang. Lego NXT sudah dimanfaatkan secara luas. “Lego NXT digunakan sebagai edukasi, misalnya pada dispenser coklat dan mesin miniature fabrikasi,” jelas Adi. (sar)

 

Sumber: itnmalangnews.com




Sesuatu yang spesial kadang datang tanpa diduga. Namun demikian kehadirannya tidak serta merta, melainkan melalui perjuangan dan usaha keras. Hal inilah yang dilami oleh Santi Ika Murpratiwi saat dinobatkan sebagai wisudawati terbaik Institut Teknologi Nasional  (ITN) Malang pada periode ke-55 dengan IPK 3.97.

Menariknya, dara yang akrab disapa Santi tersebut tidak hanya hebat secara akademik, tetapi juga memilikipengabdian masyarakat yang tinggi. Salah satunya prestasi sosialnya adalah membuat aplikasi untuk mendata dengan tepat masyarakat miskin di desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah.

Berikut kisahnya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sali dan Murmini dibesarkan di lingkungan petani di desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah. Santi kecil memperoleh pendidikan sebagaimana layaknya anak-anak di desa. Menurutnya sejak kecil dirinya memiliki cita-cita jurnalis. Cita-cita muncul saat dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Juwana Pati. “Mungkin karena saya agak cerewet jadi pengennya jadi wartawan. Wartawan kan bertanya terus. Dan saya ingin tahu banyak hal,” teranng lulusan SDN Tluwuk tersebut.

Setelah duduk dibangku SMA N 1 Tayu, Pati, cita-cita gadis kelahiran 19 April 1994 bertambah kini tak hanya ingin menjadi jurnalis, tetapi juga ingin menjadi dosen, dan programmer. “Saya kan perempuan, saya kira pilihan jadi dosen atau programer itu baik,” lanjut Santi, sapaan akrabnya. Karena itu, di SMA dia memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Tahun 2011 dia berhasil menuntaskan jenjang SMA, dan berpetualang untuk sebuah pengetahuan ke Malang. Dia harus memilih cita-citanya, dan pilihannya jatuh pada programer. Dia kemudian masuk di D1 Wearnes Education Center jurusan Informatika dan lulus tahun 2012.

Pada tahun itu juga, dara yang memiliki hobi nonton tersebut memantapkan hati masuk ke Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Jurusan Informatika. Disinilah bakat programernya diasah dan dikembangkan. Demi meraih cita-cita yang diidamkan tersebut, Santi banyak membaca buku tutorial informatika dan memanfaatkan internet untuk mencari ilmu-ilmu baru. “Selain membaca tutorial, saja juga sering praktik,” imbuhnya.

Tidak bosan belajar terus? Menurut Santi kebosanan belajar pasti ada. Tetapi bagaimana menyikapinya adalah yang terpenting. Dia memilih nonton untuk menghilangkan kebosanan itu. Selain itu dia memilih waktu-waktu yang tepat untuk belajar agar cepat memahami. Waktu yang baik baginya adalah malam hari. Karena selain tidak terganggu oleh teman di kos, suasana heningnya malam membuatnya nyaman berimajinasi. “Tugas-tugas saya kerjakan malam hari dan buku-buku saya baca habis Subuh. Saat malam saya lebih mudah mendapat inspirasi,” tutur penyuka pemandangan alam tersebut.

Cara belajar demikian efektif baginya, selama masih kuliah dia diangkat sebagai asisten laboratorium yang ngajar praktikum untuk mahasiswa jurusan informatika lainnya. Setelah semester 7 dia berhenti dan fokus dipenelitian untuk tugas akhir. Tema skiripsi yang diangkat yaitu Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Rumah Tangga Miskin dengan Menggunakan Metode Profile Matching. Menurutnya, sistem aplikasi ini untuk mendeteksi orang-orang miskin dengan tepat.

Karya tersebut terinspirasi dari kenyataan di desanya, dimana saat ada pembagian untuk orang miskin kadang tidak tepat. Yang betul-betul miskin malah tidak dapat, sehingga banyak yang komplain. Akhirnya dia menciptakan aplikasi yang dapat menghimpun data dengan akurat. “Dengan aplikasi perangkat desa hanya tinggal memasukkan kriteria-kriteria warganya, langsung diklik, maka akan muncul ranking atau urutan kemiskinannya. Dan tinggal ditentukan berapa orang miskin yang akan dipilih,” tutur gadis murah senyum tersebut.

Berkat temuannya tersebut kini desa Tluwuk Wedari Jaksa Pati, Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang memiliki aplikasi unik tersebut. Dan menurutnya, saat ini perangkat desa sudah mulai menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan pendataan warganya. “Saya senang dapat membantu desa sendiri, apalagi saat ini sudah zamannya informasi dan teknologi,” terang perempuan yang kini sedang merencanakan S2 Informatika itu. (*/lid)




ITNMALANGNEWS.COM – Pengalaman praktikum mengukur posisi dan kedalaman suatu perairan mendorong mahasiswa ITN Malang berinovasi membuat RC Boat Survey yang diberinama SHUMOO (Small Hydrography Marine Boundary Boat)untuk pemetaan perairan dangkal. Pada umumnya untuk pengukuran laut menggunakan kapal besar, akan menjadi kendala apabila dilakukan di perairan dangkal.  “Kalau menggunakan kapal tidak bisa di perairan dangkal. Selain itu juga tidak aman, tidak efisien dan sering tidak akurat,” terang Ketut Tomy Suhari mahasiswa geodesi sekaligus ketua tim saat ditemui ITNMALANGNEWS.COM di kampus I ITN Malang, Selasa (28/6).

Di bawah bimbingan Hery Purwanto, ST.,MSc dosen geodesi hydrografi ITN Malang, lima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) yaitu : Ketut Tomy Suhari/ketua (Jurusan Geodesi), I Wayan Wahyu Sastra Wijaksan/mekanik (Jurusan Mesin), M. Zainuri Hasan/programmer (Jurusan Informatika), Indah Jonathan Lomi/kendali tegangan/sumber energi (Jurusan Elektro Energi Listrik), Rahmawati/kendali sistem/hardware (Jurusan Elektronika), berhasil menciptakan RC Boat Survey yang diberi nama SHUMOO.

SHUMOO adalah sebuah RC Boat Survey yang dilengkapi GPS dan Echosoundersehingga dapat membuat sebuah peta bathymetry. SHUMOO dapat mengukur posisi dan kedalaman serta memetakan suatu area seperti, sungai, danau/waduk, dan pesisir pantai. Dilengkapi remot control akan memudahkan surveyor dalam mengoperasikan SHUMOO. Sedangkan bahan fiber glas dengan berat kurang lebih 10 kg, panjang 115 cm dan lebar 35 cm, mempermudah bagi surveyor untuk membawanya.

Menurut Tomy, begitu ia biasa disapa, keuntungan menggunakan RC Boat bagi surveyor selain tentunya lebih mudah dibawa, low cost, dan tanpa awak. Dengan cara konvensional biasanya pemetaan hanya bisa dilakukan sampai sore hari dengan RC Boat survey bisa dilakukan seharian bahkan sampai malam hari. SHUMOO maksimal kedalaman jelajah 100 meter dan radius 300 meter pada pemetaan perairan dangkal akan didapat data akurat, selain itu juga bisa untuk mendeteksi posisi ikan karena dilengkapi GPS. “Dengan sensor tegangan kita juga bisa memonitor baterai, jadi sekiranya baterai menipis maka boat bisa kita tarik ke darat,” ujarnya.

Membutuhkan waktu empat bulan bagi lima sekawan ini untuk mewujudkan idenya. Kendala waktu berkumpul karena lintas jurusan, bertepatan dengan waktu ujian mereka siasati dengan berkumpul malam hari. Sebelum benar-benar dicoba di Waduk Selorejo, Ngantang Kab. Malang untuk memastikan sistem berjalan dengan baik terlebih dahulu RC Boat mereka coba di kolam Perumahan Permata Jingga untuk uji coba keseimbangan. “Kendalanya pada uji coba keseimbangan karena di dalamnya ada mikrokontroler. Jadi sebelum kita coba pada area yang lebih luas kita coba dulu di kolam Permata Jingga,” tutur Rahmawati bagian kendali sistem.

Keunikan dari SHUMOO RC Boat Survey ini mendapat respon positif dan applausedari tim juri Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM dengan judul Pembuatan SHUMOO (Small Hydrography Marine Boundary Boat) menjadi salah satu andalan ITN Malang untuk bisa lolos ke Pimnas. (sar)




ITN MALANG NEWS – Ratusan mahasiswa terlihat serius dalam acara pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI ITN Malang). Hal tersebut untuk membekali dan saling berbagi pengetahuan dalam ajang PKM yang digelar oleh Ditjen Dikti setiap tahun.

“Kali ini pelatihan dalam membuat proposal dan format apa saja yang penting dalam mengajukan PKM ke Ditjen Dikti karena formatnya setiap tahun berubah,” ujar Farid Andalas Saputra Ketua Umum Hati Crew yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika kepada itnmalangnews.com seusai acara selesai. Rabu (3/6).

Dari informasi yang terhimpun oleh itnmalangnews.com bahwa pelatihan kreatif mahasiswa ini setiap tahun dilaksanankan untuk terus mempertahankan dan menambah kemampuan mahasiswa dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang setiap tahunnya digelar oleh Ditjen Dikti.

Pelatihan kali ini, lanjutnya, mahasiswa akan dipandu secara maksimal dan terarah sehingga bisa mendapatkan hasil yang berkualitas.

“Peserta akan mensimulasikan pembuatan proposal dengan ketentuan yaitu Judul yang menarik dan kreatif sehingga ada ketertarikan tersendiri, anggaran pendanaan yang mengaharuskan mahasiswa untuk pendanaan yang rasional, efisien dan ketepatan biaya serta hasilnya akan dipresentasikan untuk melihat kemampuan secara riil sebelum menghadapi PIMNAS 2015,” terang Farid penggiat HMTI  ITN Malang kepada itnmalangnews.com.

Ia menambahakan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh angkatan 2013 dan 2014 untuk menjaga keseimbangan dalam hal prestasi.

“Biar ada regenerasi sehingga keikutsertaan kami dalam Pimnas bisa tetap konsisten,” pungkasnya kepada itnmalangnews.com. (ori)

 

Sumber: itnmalangnews.com




ITN MALANG NEWS – Terlihat serius dan antusias dari 200 Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI) dalam seminar Microsoft yang digelar di gedung Amphi lantai 2 kampus 2 ITN Malang di  Jalan Raya Karanglo. Hal tersebut untuk menyiapkan  ajang kompetisi teknologi global paling bergengsi bagi para pelajar dan mahasiswa.

“Siapkan dalam ajang lomba Imagine Cup 2015 Mas. Di dalamnya tidak lain adu kemampuan untuk menciptakan dan mengembangkan aplikasi yang nantinya akan dilombakan pada tingkat global,” ujar Farid Andalas Saputra, ketua umum HMJTI saat ditemui itnmalangnews.com Jum’at (22/5).

Ia menambahkan Lomba Imagine Cup merupakan kompetisi teknologi tahunan yang diadakan oleh Microsoft untuk jenjang mahasiswa dan pelajar. Kategori yang dilombakan biasanya membuat karya berupa project, yaitu aplikasi atau game.

“Pemenang akan mewakili negaranya untuk bertanding ke tingkat internasional. Beradu aplikasi yang dibuat dengan perwakilan dari negara-negara lain,” tuturnya.

Lomba Imagine Cup 2015 lanjutnya, akan dibagi menjadi tiga kompetisi utama, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship.

“Harapan kami dengan adanya seminar Microsoft, para mahasiswa Teknik Informatika bisa siap dalam mengikuti Imagine Cup 2015 nanti,” pungkas Farid kepada itnmalangnews.com. (ori).

 

Sumber: itnmalangnews.com




ITN MALANG NEWS – Sebanyak 70 mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo (UPM Probolinggo) terlihat serius dalam acara studi banding yang mereka laksanakan di program studi Teknik Informatika di ITN Malang. Hal tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang IT.

Dari informasi yang didapat itnmalangews.com, bahwa studi banding ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya, selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan, juga untuk ajang silaturahmi UPM Probolinggo ke kampus 2 ITN Malang Jalan Raya Karanglo Malang.

Dalam studi banding itu, rasa ingin tau mahasiswa juga terbilang tinggi. Banyak mahasiswa yang bertanya mengenai bagaimana pengelolaan laboratorium sampai bagaimana bentuk karya yang sudah diraih oleh ITN Malang di bidang IT.

Seperti Gita Rosyada salah satu peserta yang terbilang aktif dalam kegiatan studi banding di ITN Malang tersebut. Dia mengatakan banyak ilmu, wawasan, dan pengetahan baru yang dia dapat, seperti, di bidang multi media, robotika, database, serta masih banyak lagi.

“Alhamdulillah banyak ilmu baru yang kami dapat dengan studi banding di ITN Malang. Jadinya kan tidak sia-sia acara studi banding ini,” ujarnya kepada itnmalangnews.com. (ori)

 

Sumber: itnmalangnews.com




ITN MALANG NEWS – Institutut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjadi salah satu kiblat Universitas Panca Marga  Probolinggo (UPM Probolinggo) di bidang IT dan elektro. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ahmad Izzuddin Kepala Program Bidang Studi (Kaprodi) Elektro UPM dalam acara studi banding dengan prodi teknik informatika dan teknik elektro. Rabu (13/5) kemarin.

“Selain kampus-kampus di Jawa Timur lainnya, ITN Malang adalah salah satu kampus swasta yang unggul khusunya di bidang IT dan elektro. Sehingga patut dijadikan kiblat untuk studi banding,” ujar Izzuddin saat diwawancarai  itnmalangnews.com.

Dalam kesempatan itu, antara UPM dengan ITN Malang saling berdiskusi dan membandingkan sistem dalam pengelolaan laboratorium, pengolahan kegiatan kemahasiswaan, serta beberapa hal yang menjadikan ITN Malang sebagai salah satu kampus yang sering menerima hibah ditjen Dikti di bidang PKM.

Menurutnya ITN Malang mempunyai keseriusan dalam mengembangkan teknologi khususnya di bidang kegiatan kemahasiswaan, terbukti banyak dosen dan mahasiswa yang berpretasi. “Seperti informasi yang kami dapat, saat ini ditahun 2015 saja banyak mahasiswa yang mendapat hibah Ditjen Dikti di bidang PKM, dan tidak lama ini katanya juga sempat meraih prestasi lolos seleksi ke tingkat regional kontes robot,” ujarnya.

Pria yang akrap disapa Uddin itu mengatakan bahwa mahasiswa juga terlihat antusias dan tertarik dengan hasil karya-karya mahasiswa ITN yang sudah lolos di tingkat regional.

“Mungkin ini juga akan sebagi motivasi mahasiswa kami untuk terus ikut bersaing dan menunjukkan kemampuannya di bidang IT. Ya semoga saja tahun depan bisa ikut berpartisipasi dalam kontes robot yang diselenggaraan oleh Ditjen Dikti,” pungkasnya. (ori)

 

Sumber: itnmalangnews.com